Langkah Praktis Memasang Toolbar PaGI di Browser Anggota PaGI


Khusus untuk Kalangan Anggota Padepokan Guru Indonesia (PaGI)



Bila sudah terhubung ke internet dan sudah membuka browser (Internet Explorer atau Mozilla Firefox), maka ikuti langkah-langkah berikut:

Qalb

Analisa sementara oleh Iwanuddin
 
Tulisan ini hanya sebuah ekspresi dari kegelisahan tentang misteri Qalb yang sering disebut oleh Al-Quran. Makna Qalb diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan kata Hati. Dalam Kitab Al-Quran dan terjemahnya yang diterbitkan Kemenag RI pun Qalb dimaknai hati. Penulis semakin gelisah setelah mempelajari fisiologi bahwa ternyata hati dan jantung tidak mempunyai kapasitas berpikir. Barangkali tulisan ini tidak memenuhi standar ilmiah, tapi substansinya mudah-mudahan tidak terlepas dari indikator ilmiah.

Bangkitlah Segera, Jika Mau Bangkit!

(Catatan menjelang Hari Kebangkitan Nasional)
 
Bangkitlah, hai Garuda! Buka matamu!
Lihatlah betapa kejayaan yang pernah kau raih
tercuil keping demi keping, dipatuk elang dan burung lain
yang tersisa hanyalah yang tersimpan di hati anak-anak bangsa
yang masih tegar melafalkan nama Indonesia
meskipun mereka tak lagi tahu, apa yang bisa mereka banggakan
saat menatap langit Indonesia.
Gerakkan lehermu, putarlah kepalamu!
Tengoklah lambaian anak-anak bangsa di seluruh persada
mengibarkan harapan pada tiang bendera yang terpancang sepi

Sumber Rezeki Hanya Satu


Memahami makna Ar-Rozzaq
Salah satu dari 99 asma’ul husna (nama-nama yang indah) yang dimiliki oleh Allah adalah Ar-Rozzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki). Dalam keyakinan tauhidul asma’was shifat (Tauhid dalam nama dan sifat Allah) ditegaskan bahwa nama Ar-Rozzaq mengandung arti bahwa hanya Allah satu-satunya Zat yang menjadi sumber rezeki bagi alam semesta ciptaan-Nya dan Dia terus-menerus melakukan aktifitas-Nya memberikan rezeki hingga sekarang dan masa yang tak kita ketahui.
Keyakinan tentang kandungan makna nama Ar-Rozzaq tersebut wajib dipahami, diterima, dan diyakini oleh setiap orang yang beriman untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pak Guru, Bu Guru, Aku Masih Anakmu

(kado di hari pendidikan nasional)

Pak Guru, Bu Guru!
Aku, anakmu yang dulu melihat aksara
dan tak mampu kubaca
kini sudah pandai merangkai kata
untuk titianku melanglang buana
Aku, anakmu yang dulu bermain angka
dan tak tahu bagaimana
kini sudah ahli mengolah data
untuk kemudian bertanya, berapa?